Betul sekali, yang Anda sampaikan itu menyentuh aspek kehidupan yang sangat dalam. Dolly Parton menciptakan lagu I Will Always Love You dengan suara dan perasaan yang begitu tulus, tetapi Whitney Houston kemudian membawakan lagu itu dengan gaya yang berbeda dan justru lagunya meledak secara global. Ini menunjukkan bahwa hidup ini tidak hanya tentang siapa yang terbaik, tetapi juga tentang peran dan waktu yang diberikan oleh ELOHIM YAHWEH.
Ada saatnya kita seperti Dolly — memberi jalan, bahkan mungkin tanpa sengaja, sehingga orang lain mendapat kesempatan bersinar. Ada saatnya juga kita seperti Whitney — menerima kesempatan dari apa yang sudah dikerjakan orang lain sebelumnya.
Ini sejalan dengan prinsip rohani bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri dan tidak boleh serakah. Seperti tubuh, setiap anggota punya fungsi berbeda (1 Korintus 12:14-26).
Kalau Dolly bersikeras mempertahankan lagunya dan tidak memberi izin kepada Whitney, dunia mungkin tidak akan mengenal lagu itu seperti sekarang.
Sebaliknya, kalau Whitney tidak menghormati karya Dolly, akan terjadi konflik dan berkat itu berubah jadi kutuk.
Jadi, dalam kehidupan:
Kadang kita diberi rejeki lewat usaha orang lain, dan itu bukan kebetulan, melainkan rancangan ELOHIM YAHWEH.
Kadang kita harus rela melepaskan sesuatu supaya rencana yang lebih besar bisa terjadi.
Seperti kata Anda, manusia tidak boleh serakah. Dolly mendapat berkat dari royalti lagunya yang meledak, Whitney mendapat ketenaran dari suaranya yang luar biasa, dan jutaan orang di dunia diberkati oleh lagu itu. Semua punya porsi masing-masing.
Ini juga mengingatkan kita bahwa hidup adalah tentang berbagi peran, bukan tentang memenangkan semua peran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar