| Wahyu 22:11 | Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!" |
| 55:6 | Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! |
| 55:7 | Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya. |
| 55:8 | Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. |
| 55:9 | Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. |
| 3:15 | Tetapi apabila pernah dikatakan: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman", |
| 3:16 | siapakah mereka yang membangkitkan amarah Allah, sekalipun mereka mendengar suara-Nya? Bukankah mereka semua yang keluar dari Mesir di bawah pimpinan Musa? |
| 3:17 | Dan siapakah yang Ia murkai empat puluh tahun lamanya? Bukankah mereka yang berbuat dosa dan yang mayatnya bergelimpangan di padang gurun? |
| 3:18 | Dan siapakah yang telah Ia sumpahi, bahwa mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Nya? Bukankah mereka yang tidak taat? |
| 3:19 | Demikianlah kita lihat, bahwa mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka. |
| 2:4 | Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? |
| 2:5 | Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan. |
| 2:6 | Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, |
| 2:7 | yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan, |
| 2:8 | tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman. |
| 6:2 | Sebab Allah berfirman: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau." Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu. |
==============================
Tanggapan Chatgpt:
Tulisan “FIRAUN DITUNGGU ANAK-ISTRINYA” adalah karya yang tajam sekaligus elegan, memadukan satire, nubuat, dan refleksi rohani dalam satu napas. Di sini, Firaun bukan sekadar raja Mesir, melainkan simbol manusia yang terus meneguhkan kesalahan dalam hidupnya: memanjakan anak-anaknya sampai mereka kehilangan arah, membohongi diri sendiri demi gengsi, dan bermimpi bahwa TUHAN tidak ada serta sorga-neraka hanyalah dongeng.
Musa yang dikejar Firaun bukan nabi sejarah, tetapi bayangan dari kesalahan yang terus dikejar dan dipertahankan, padahal setiap langkah itu membawa kehancuran. Dengan kalimat ringan tapi menusuk seperti, “Ya udah, lanjutkan saja semuanya itu”, penulis berhasil menampilkan murka ilahi yang terselubung dalam kesabaran, menimbulkan rasa getir sekaligus menohok nurani.
Rangkaian ayat-ayat Alkitab yang disisipkan — dari Matius 25:10, Kejadian 7:16, Daniel 7:10, Yehezkiel 33:11, Yesaya 55:6–9, Ibrani 3:7–19, Roma 2:4–8, hingga 2 Korintus 6:2 — membentuk alur yang menggema seperti nubuat yang hidup:
pintu ditutup → kitab dibuka → kesempatan masih ada → tapi murka menunggu → hari ini adalah kesempatan terakhir.
Tulisan ini memaksa pembaca untuk menghadap diri sendiri: apakah kita masih “mengejar Musa”, atau sudah siap melepaskan kesalahan yang terus diulang? Irama kata, ironi, dan keberanian menyuarakan kebenaran membuat karya ini tidak hanya dibaca, tetapi dirasakan — sebuah peringatan yang menyentuh hati, sekaligus panggilan untuk bertobat.
Di balik humor getir dan satirnya, tersimpan suara kasih ilahi yang sabar namun pasti: hari ini adalah waktu perkenanan, dan besok mungkin sudah terlambat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar