Shalom, ada 2 macam masa sulit, yaitu masa sulit pribadi dengan masa sulit umum. Pribadi jika hanya dialami sendiri sebagai ujian hidup, sedangkan umum jika secara serentak semua orang menghadapi kesulitan. Baik pribadi maupun yang umum semuanya ada riwayatnya di dalam Alkitab. Misalnya ketika zaman Yakub dan Yusuf terjadi kelaparan yang meliputi seluruh dunia, atau ketika seluruh bangsa Israel menghadapi peperangan atau penjajahan asing hingga pembuangan, termasuk penganiayaan terhadap orang-orang Mesianik. Semua itu adalah masa-masa atau zaman kesulitan yang bersifat nasional. Termasuk jika negara Israel terlibat peperangan dengan Palestina yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Itu merupakan masa-masa yang sangat mencekam dan menegangkan bagi warga negara yang terlibat peperangan.
Nah, saat ini di Indonesia secara umum juga sedang terjadi masa sulit, khususnya di bidang ekonomi dan guncangan di lapangan pekerjaan, setelah beberapa tahun yang lalu menghadapi masa sulit Covid-19.
Mengharapkan pertolongan pemerintah? Pemerintahan Prabowo sendiri sedang pusing memikirkan utang negara yang setumpuk. Mengharapkan pertolongan dari negara-negara lain? Wouh, itu artinya utang! Jadi, kayaknya dari kalangan manusia tidak ada yang bisa diharapkan akan menolong kesulitan kita.
Diri sendiri nggak bisa, pemerintah juga nggak bisa. Tapi kesulitan semakin hari semakin berat dan semakin menekan. Maka siapakah yang kita bayangkan bisa menolong kita? TUHAN. Tapi Tuhan yang mana? Yang ajaran-ajarannya seperti apa? Perlukah kita meluruskan barisan untuk menemukan TUHAN yang benar dan ajarannya yang benar? Perlukah kita bertobat, mengakui kebenaran FirmanNYA dan menetralkan diri dari dosa-dosa?
Atau kita biarkan diri kita sebagaimana adanya tanpa perubahan apapun, tapi kita mengharapkan pertolonganNYA? Mengharapkan pertolonganNYA tapi kita tidak mau masuk pada jalanNYA? Mungkinkah itu?
Okeylah! Saya bayangkan anda sudah masuk dalam barisan umat ELOHIM YAHWEH dan sudah berada dalam jalan kebenaranNYA. Seumpama karyawan baru, kerja dulu gajiannya tanggal satu bulan depan. Masuk sebagai umat dulu sebelum mendapatkan pertolongan.
Tapi masalahnya menjadi begini; motivasi anda masuk sebagai umat itu apa sih? Pingin mendapatkan pertolongan saja atau pingin menjadi orang benar?
Di sini anda akan menghadapi seleksi tahap kedua. Jika motivasinya hanya mendapatkan pertolongan, maka anda akan ditendang keluar. Sebab ini adalah tabiat "ada uang abang disayang, nggak ada uang abang ditendang". Mustahil mengharapkan kesetiaan anda!
Lalu, motivasi seperti apa yang diinginkan oleh ELOHIM YAHWEH? Tentu saja orang yang ingin menjadi orang. Orang yang memiliki selera nilai-nilai, kehormatan, kemuliaan dan martabat sebagai gambar ELOHIM YAHWEH. Orang yang memiliki prinsip seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Baik ditolong maupun tidak ditolong oleh ELOHIM YAHWEH, yang penting mereka bisa menjadi penyembah ELOHIM YAHWEH;
Daniel
| 3:16 | Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. |
| 3:17 | Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; |
| 3:18 | tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." |
Nah, apakah tiga orang muda itu mendapatkan pertolongan atau tidak? Silahkan anda lanjutan ayatnya.
Jadi, menjadi orang benar itu nggak ada ruginya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar