Senin, 20 Oktober 2025

THE LAST DAY

 

Shalom, supaya kita mengetahui bahwa secara kebangsaan, bangsa Amerika itu memiliki dasar anti Vatikan; - sejak 13 koloni Britania di Amerika Serikat; Nah, jika benci mengapa bercinta? Ada apa? Ini yang perlu direnungkan dan diperhatikan.

Akar Sejarah dan Sikap Amerika terhadap Vatikan

Selain nubuatan tentang sepuluh tanduk (Amerika) yang membenci pelacur (Vatikan), penting memahami akar historisnya. Bangsa Amerika modern lahir dari 13 koloni yang sebagian besar adalah Protestan. Mereka meninggalkan Eropa karena tidak ingin tunduk pada raja sekaligus hierarki gereja Katolik. Konsep “negara tanpa raja, gereja tanpa paus” menjadi fondasi mereka.

Para pendiri Amerika memahami bahwa kekuasaan spiritual dan politik yang terpusat pada satu tokoh, seperti yang terjadi di Vatikan, bisa menindas kebebasan. Maka sejak awal, sikap dasar bangsa Amerika terhadap Vatikan sudah tercermin dalam prinsip dan hukum mereka: kebebasan beragama dan pemisahan gereja-negara.

Ini menjelaskan, secara simbolik, mengapa Wahyu 17:16–17 menuliskan bahwa sepuluh tanduk akan membenci pelacur. Bukan berarti setiap orang Amerika menyadari Vatikan sebagai Babel, tetapi secara kolektif, hati bangsa itu “diterangi” untuk menolak dominasi spiritual dan politik Vatikan.

Seiring waktu, Amerika membangun kekuatan politik dan ekonomi sendiri. Saat Vatikan mencoba memperluas pengaruhnya, sikap historis ini tetap ada. Hubungan diplomatik yang baru terjadi pada era Ronald Reagan dan Paus Yohanes Paulus II menunjukkan bahwa Allah memakai peristiwa sejarah untuk menyiapkan penggenapan nubuatan.

Selain itu, konflik simbolik antara Vatikan dan Amerika juga menegaskan bahwa kekuatan duniawi tidak mampu mengalahkan kehendak Allah. Semua upaya manusia, baik untuk menundukkan Vatikan maupun mengendalikan Amerika, tetap terikat oleh rancangan Allah, yang pada akhirnya menyatakan kemenangan Anak Domba, seperti dinubuatkan Wahyu 17:14 dan Daniel 2:44–45.

Dengan pemahaman ini, pembaca bisa melihat pola sejarah dan nubuatan saling terkait: dari 13 koloni, Mayflower, prinsip Protestan, hingga Amerika modern sebagai “sepuluh tanduk” yang akan berperang simbolik dengan Vatikan. Semua itu tidak kebetulan, melainkan bagian dari penggenapan rencana Allah yang abadi.


=========================================

Mayflower dan Akar Sikap Amerika terhadap Vatikan

Pada tahun 1620, sekelompok penumpang kapal Mayflower meninggalkan Inggris menuju Amerika Utara. Mereka dikenal sebagai Puritan dan Separatis Protestan, yang ingin bebas dari dominasi gereja Inggris yang saat itu masih terikat dengan hierarki Katolik.

Sebelum menurunkan jangkar, mereka membuat Perjanjian Mayflower (Mayflower Compact) di atas kapal, yang menjadi fondasi pemerintahan sendiri. Inti dari perjanjian itu antara lain:

  1. Kepatuhan pada hukum dan peraturan yang adil yang mereka sepakati bersama.

  2. Pendirian komunitas yang bertanggung jawab secara moral dan berdasarkan prinsip iman mereka.

  3. Penolakan terhadap hierarki gereja dan dominasi spiritual luar, yang menghalangi kebebasan beragama.

Secara simbolik, Mayflower dan sumpah para penumpangnya menegaskan konsep:

  • Negara tanpa raja → menolak dominasi politik absolut.

  • Gereja tanpa paus → menolak pengaruh Vatikan yang menekankan kontrol spiritual terpusat.

Inilah akar sikap Amerika terhadap Vatikan. Dari 13 koloni itu lahir sebuah bangsa yang “diterangi hati” untuk menolak dominasi gereja dan raja, sesuai simbol sepuluh tanduk dalam Wahyu 17:16–17.

Seiring berjalannya waktu, sikap ini tetap ada, meski secara formal Amerika menjalin hubungan diplomatik dengan Vatikan. Prinsip Mayflower menunjukkan bahwa fundamen moral dan sejarah bangsa itu sudah selaras dengan rencana Allah, yang mempersiapkan penggenapan nubuatan mengenai sepuluh presiden dan pertemuan terakhir dengan Paus terakhir, sebelum kedatangan YESHUA ha MASHIA.


============================================

13 Koloni Protestan dan Kedatangan Koloni Katolik

Sebagian besar dari 13 koloni pendiri Amerika adalah Protestan, yang menekankan kebebasan beragama dan menolak hierarki Vatikan. Mereka datang dengan tujuan membangun negara tanpa raja dan gereja tanpa paus.

Namun, seiring waktu, beberapa koloni menerima imigran Katolik, khususnya di koloni Maryland yang menjadi tempat perlindungan bagi Katolik Inggris yang minoritas. Hal ini menimbulkan ketegangan dan konflik lokal, karena Protestan di koloni lain melihat Katolik sebagai simbol pengaruh Vatikan yang bisa mengancam kebebasan mereka.

Beberapa fakta penting:

  1. Maryland → koloni Katolik yang relatif damai, tapi tetap harus menyesuaikan diri dengan mayoritas Protestan di sekitarnya.

  2. Konflik simbolik → terjadi persaingan pengaruh moral dan sosial antara komunitas Protestan dan Katolik. Ini menegaskan prinsip bahwa negara Amerika harus independen dari Vatikan.

  3. Fondasi sikap Amerika modern → pengalaman ini menanamkan ketegasan kolektif: Amerika menolak dominasi spiritual dan politik Vatikan, yang selaras dengan nubuatan Wahyu 17:16–17 tentang sepuluh tanduk yang membenci pelacur.

Dengan kata lain, meski ada Koloni Katolik, kebanyakan pendiri tetap memegang prinsip Mayflower: kebebasan beragama, pemerintahan sendiri, dan penolakan terhadap kekuasaan paus. Konflik ini menjadi bagian dari “pendidikan sejarah” yang membuat hati Amerika siap secara simbolik untuk menentang Vatikan, seperti yang tertulis dalam nubuatan.

 ======================================

 Shalom, tahukah anda bahwa Benyamin Netanyahu, perdana menteri Israel saat ini merupakan PM Israel yang ke-12 jika kita hilangkan PM  Yigal Alion dan Shimon Peres karena masa jabatannya yang hanya sebulan. Sedangkan arti nama Banyamin dari bahasa Ibrani adalah Putra Tangan Kanan, sama seperti negara Israel yang merupakan tangan kanan Amerika Serikat. Atau bisa juga mempunyai arti Putra Selatan, di mana Israel yang ibukotanya Yerusalem selalu disebut dalam Alkitab sebagai kerajaan selatan.


Benyamin Netanyahu yang nyawanya diinginkan oleh banyak bangsa, dan banyak pihak yang menginginkan kemunduran dirinya dari jabatannya, nyatanya masih segar bugar dan masih menjabat sebagai PM Israel. Seorang perdana menteri satu-satunya yang sampai 3 kali naik-turun sebagai perdana menteri.

Setelah melahirkan Benyamin, Rahel, istri yang paling dicintai oleh Yakub itu mati. Dan Rahel dipakai Alkitab sebagai simbol dari ibu-ibu Israel; 
Mat. 2:18"Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi."

Ayat itu menceritakan tentang pembunuhan bayi-bayi di Yerusalem oleh raja Herodes di zaman kelahiran YESHUA ha MASHIA  atau kedatanganNYA yang pertama. Dan kedatanganNYA yang kedua membuat YESHUA ha MASHIA menangisi bangsa Israel yang tidak mau bertobat;

Mat. 23:37"Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

Bagaimana dengan Israel rohaninya, yaitu kaum Mesianik?

Wahyu 
3:16Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
3:17Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,

Matius 
7:21Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

 

Untuk mengetahui rincian nubuatannya, dapatkan eBook saya berjudul: "NUBUATAN KITAB DANIEL - WAHYU", Bab 14. NUBUATAN KELANJUTAN TENTANG VATIKAN, halaman 267 - 287.

 

                                                       

 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

320 WNA JUDOL DI HAYAM WURUK

  Diberitakan viral kalau polisi menangkap 320 orang warga negara asing operator judi online di Jl. Hayam Wuruk Jakarta.   Hebatkah it...