Rabu, 03 Desember 2025

JOKOWI SISTEM AKAN SEMAKIN KUAT

 

Kesuksesan Jokowi sistem ini pasti akan dijadikan pola pemerintahan-pemerintahan yang berikutnya. Sebab semua penguasa pasti menginginkan kekuasaan yang kuat. Dan jika dikatakan kalau Prabowo itu berusaha melenyapkan oposisi dengan cara berusaha merangkul semua kekuatan, bahkan lawan-lawan politiknya, sebenarnya itu konsepnya Jokowi, bukan konsepnya Prabowo murni.

 

Dan jika Prabowo menyatakan kalau Jokowi itu guru politiknya. Itu bisa dibenarkan. Sebab orang dengan latar militer kuat seperti Prabowo sangat sulit untuk bermain politik yang memerlukan keluwesan atau fleksibelitas. Sebab politik membutuhkan kecerdasan bukan kekuatan. Politik membutuhkan lidah bukan tulang. Politik harus bisa menaklukkan lawan dengan senyum, bukan dengan pedang!

 

Tapi jika Jokowi disebut politikus ulung, sebenarnya itu diperolehnya secara kebetulan, yaitu kebetulan dia bisa naik ke panggung politik melalui popularitasnya. Ketika semua tokoh politik merapat dan berada di lingkaran dirinya, dari sanalah Jokowi belajar politiknya. Terutamanya dari Luhut yang merupakan sahabatnya sejak Jokowi masih pengusaha mebel. Lalu dari AM. Hendropriyono dan melalui ketua umum PDIP yang akrab dengan partai komunis Tiongkok plus dari kalangan 9 ular kobra, maka Jokowi bisa bersaudaraan dengan Xi Jinping.

 

Jadi, Jokowi belajar dari pengalaman barunya sebagai politikus, bukan politikus dari awalnya. Tapi justru dari sinilah letak bahayanya Jokowi. Sebab seperti anak yang baru mendapatkan mainan barunya sehingga sangat antusias sekali dengan mainannya, dan lihatlah dalam sekejap mata saja tatanan negara ini menjadi rusak berantaran. Lihat saja dalam setiap kasus yang mencuat selalu ada logika kuat untuk mengaitkannya dengan dirinya. Permainannya sangat gegabah dan sangat kasar!

 

Contohnya, MK mengubah aturan, langsung ditunggangi anaknya yang sulung. Undang-undang ambang batas parlemen diubah, langsung anak bungsunya menjadi ketua PSI.

 

Bagaimana dengan Puan Maharani yang anaknya Megawati, yang ketua DPR-RI? Mengapa parlemen yang dikuasai banteng murka bisa melempem di hadapan Jokowi? Sebab Puan dan suaminya mempunyai banyak kasus korupsi yang diamankan oleh sang presiden. Itu yang pertama. Yang kedua, usulan untuk membatalkan posisi ketua DPR-RI berdasarkan kemenangan di Pemilu yang berarti PDIP dan Puan Maharani bisa kehilangan power sebagai ketua DPR-RI, surat keputusannya sudah ada di mejanya Jokowi, tinggal ditandatangani saja.

 

Ada Aliran Rp7 Miliar Terkait Kasus BTS 4G ke Suami Puan Maharani, Happy Hapsoro

https://www.metrotvnews.com/read/Ky6CB3o1-ada-aliran-rp7-miliar-terkait-kasus-bts-4g-ke-suami-puan-maharani-happy-hapsoro

 

Perpu MD3 Disebut Sudah di Meja Istana, PDIP Terancam Tak Dapat Kursi Ketua DPR?

https://www.tempo.co/politik/perpu-md3-disebut-sudah-di-meja-istana-pdip-terancam-tak-dapat-kursi-ketua-dpr--33140

 

 

GOOGLE: hubungan megawati dengan partai komunis china

 

Megawati Soekarnoputri, sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) dan mantan Presiden Indonesia, memiliki hubungan yang bersifat politis dan institusional dengan Partai Komunis China (PKC) atau Communist Party of China (CPC), yang terjalin melalui kerja sama antar-partai.

Beberapa poin penting mengenai hubungan tersebut meliputi:

Kerja Sama Antar-Partai: Hubungan ini didasari oleh tradisi PDIP untuk menjalin kerja sama antar-partai politik dari berbagai negara. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa kerja sama ini dikembangkan, termasuk dengan PKC.

Pertemuan dan Kunjungan: Megawati telah beberapa kali bertemu dengan perwakilan tinggi PKC. Pada September 2019, ia bertemu dengan Kepala Polit Biro Hubungan Internasional PKC, Song Tao. Pada Juli 2025 (proleptic date from search result), ia juga bertemu dengan Menteri Departemen Hubungan Internasional Komite Sentral PKC Liu Jianchao di Beijing, di mana ia menerima pesan khusus dari Presiden China Xi Jinping.

Penguatan Hubungan Bilateral: Melalui pertemuan-pertemuan tersebut, Megawati mendorong penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan China, menekankan sejarah panjang hubungan kedua negara.

Simbol Kerja Sama: Salah satu wujud nyata dari kerja sama ini adalah pembangunan Rumah Soekarno di Shenzhen, China, yang menjadi simbol kedekatan hubungan kedua partai dan negara.

Ucapan Selamat Ulang Tahun: Megawati secara terbuka menyampaikan ucapan selamat atas peringatan 100 tahun PKC pada Juli 2021, yang sempat menjadi perbincangan di media sosial Indonesia.

Tawaran Kerja Sama Politik: PKC pernah menawarkan kerja sama dalam bidang politik dan peningkatan sumber daya institusi partai kepada PDIP, yang diterima sebagai bagian dari diplomasi partai ke partai.

Secara keseluruhan, hubungan ini adalah bagian dari diplomasi dan kerja sama internasional antara PDIP dengan partai berkuasa di Tiongkok, yang bertujuan untuk mempererat hubungan kedua negara di berbagai bidang.

 

 

GEMINI:

Komentar Analisis Kekuatan Sentralisasi Jokowi

Teks yang Anda sajikan adalah sebuah analisis politik yang sangat kritis dan bersifat kausatif (sebab-akibat), yang berupaya menghubungkan setiap peristiwa politik besar pasca-Pilpres 2024 dengan keinginan tunggal Presiden Jokowi untuk memperkuat kekuasaan secara permanen.

1. Mengenai "Jokowi Sistem" dan Sentralisasi Kekuatan

·         Poin Kuat: Penulis berhasil menangkap fenomena politik yang nyata di mana Jokowi cenderung merangkul semua kekuatan (politik akomodatif) dan menekan oposisi. Secara historis, ini memang menjadi pola pemerintahan yang efektif dalam menjamin stabilitas kebijakan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran tentang tumpulnya mekanisme check and balances, yang menjadi poin utama kritik penulis.

·         Kritik Kausalitas: Klaim bahwa pola ini "pasti akan dijadikan pola pemerintahan berikutnya" adalah sebuah spekulasi. Namun, mengingat Prabowo-Gibran didukung oleh koalisi besar dan Gibran adalah putra Jokowi, interpretasi ini masuk akal dalam konteks keberlanjutan dinasti politik/model kekuasaan.

·         Tentang Guru Politik: Pernyataan bahwa Jokowi adalah guru politik bagi Prabowo adalah interpretasi yang menarik. Ini mengalihkan fokus dari kekuatan militer Prabowo ke kecerdasan dan keluwesan politik Jokowi dalam menggunakan popularitas dan mengelola networking elite, bukan konfrontasi langsung.

2. Mengenai "Politikus Kebetulan" dan Sumber Bahaya

·         Poin Kuat: Penulis benar bahwa latar belakang Jokowi sebagai pengusaha mebel yang naik melalui popularitas daerah berbeda dengan politikus karir dari partai besar. Kenaikannya cepat dan didukung oleh lingkaran elite yang kuat.

·         Analisis Sumber Kekuatan: Penyebutan Luhut Binsar Pandjaitan, A.M. Hendropriyono, dan koneksi Tiongkok sebagai sumber pembelajaran politik Jokowi adalah upaya penulis untuk menelusuri akar kekuasaan dan jaringan (network) Jokowi. Ini seringkali menjadi narasi di kalangan kritikus.

·         Kritik Utama: Metafora "anak yang baru mendapatkan mainan barunya" adalah kalimat paling tajam. Ini menyiratkan bahwa langkah-langkah politik Jokowi di akhir masa jabatannya bersifat gegabah, kasar, dan merusak tatanan, murni karena antusiasme akan kekuasaan baru, bukan karena tujuan kenegaraan jangka panjang.

3. Mengenai Bukti Politik (Klaim yang Terverifikasi)

Penulis menggunakan dua kasus utama yang berhasil kita verifikasi sebagai isu yang nyata:

Isu yang Dihubungkan Penulis

Status di Ranah Publik

Interpretasi Penulis

Gibran & Putusan MK

Benar-benar terjadi (Putusan MK No. 90/PUU-XXI/2023)

Bukti permainan yang "kasar" dan menunggangi lembaga hukum (MK) untuk kepentingan pribadi/keluarga.

Kaesang & PSI

Benar-benar terjadi (Kaesang Ketum PSI)

Bukti pengerahan kekuatan politik secara instan (menggunakan anak bungsu) untuk mengambil alih partai dan menekan ambang batas parlemen.

Ancaman Kursi Ketua DPR (Perpu MD3)

Isu politik panas yang dibantah Istana.

Bukti kartu as yang dipegang Presiden untuk menekan oposisi (PDIP/Puan Maharani) agar "melempem."

Isu Kasus Korupsi Happy Hapsoro

Terkonfirmasi ada kesaksian di pengadilan BTS 4G.

Bukti alat tawar (bargaining chip) yang digunakan Presiden untuk mengontrol oposisi (Puan/PDIP).

 

Kesimpulan Umum

Tulisan ini bukan sekadar berita, melainkan opini analitis yang berfokus pada sisi gelap kekuasaan. Penulis menggunakan fakta-fakta politik dan hukum yang nyata di ruang publik (Putusan MK, posisi Kaesang, isu Perpu MD3, dan kesaksian Happy Hapsoro) untuk membangun satu tesis: bahwa Presiden Jokowi sedang membangun sistem kekuasaan sentralistik dan akomodatif yang kebal kritik, menggunakan cara-cara yang ia anggap "gegabah dan kasar" demi melanggengkan pengaruh dan melemahkan lawan.

Kekuatan tulisan ini terletak pada kemampuannya merangkai berbagai isu yang terpisah menjadi satu narasi kohesif tentang power play. Kelemahannya terletak pada sifatnya yang sangat deterministik dan kausatif, yang menganggap semua peristiwa hanya didorong oleh motif pribadi sang Presiden, mengabaikan dinamika dan motif politik dari aktor lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

320 WNA JUDOL DI HAYAM WURUK

  Diberitakan viral kalau polisi menangkap 320 orang warga negara asing operator judi online di Jl. Hayam Wuruk Jakarta.   Hebatkah it...