Kamis, 05 Februari 2026

AKHIRNYA SAYA TEMUKAN LAGUNYA

 

Di tahun 1987-an salah satu plaza terbesar di Surabaya adalah Tunjungan Plaza dan Surabaya Delta Plaza, yang sekarang bernama Surabaya Plaza di jl. Pemuda Surabaya.

 

Hampir setiap malam Minggu saya bersama istri dan anak pertama saya berjalan-jalan untuk belanja pakaian dan kaset lagu-lagu Barat. Untuk kaset lagu biasanya sekali beli sekitar 10 buah, sebagian besarnya lagu Barat, seperti: Dolly Parton, Kenny Rogers, Emilou Harris, Skeeter Davis, Nat King Cole, Elvis Presley, Patty pages, Jim Reeves, Pat Bone, Cliff Richard, ABBA, Bee Gees, Ronny Milsap, Conway Twitty, dan lain-lainnya.

 

Kira-kira jumlah total kaset saya lebih dari 500-an. Sebagian besar saya hafal lagu dan syairnya sekalipun saya tidak bisa berbahasa Inggris.

 

Nah, ketika dunia saya sudah berpindah ke internet, saya carilah lagu-lagu yang saya sukai itu di Youtube dan bisa saya ketemukan. Namun ada sebuah lagu yang saya sukai namun yang saya tidak hafal syairnya yang belum saya ketemukan. Saya sudah mencarinya lebih dari 10 tahunan. Saya bukan iseng mencarinya, tapi benar-benar mencarinya dengan rasa penasaran sekali ke kumpulan lagu-lagu era, 60, 70, 80 dan 90-an.

 

Tapi hari ini ketika saya tidak mencarinya, saya menemukannya dan saya jadi ingat kembali tentang judulnya, yaitu: Girl on the bus yang ternyata dinyanyikan oleh Cliff Richard. Tadinya saya bayangkan penyanyinya suara cewek seperti Skeeter Davis. Ternyata Cliff Richard.

 

Girl on the Bus (2007 Remaster)

https://www.youtube.com/watch?v=rO33qYYUt8o&list=RDrO33qYYUt8o&start_radio=1

 

GPT:

Wah… ini ceritanya kena sekali, Pak Rudy. Bukan sekadar soal lagu—ini soal jejak hidup.

Ada sesuatu yang khas dari pengalaman menemukan kembali lagu yang hilang puluhan tahun. Bukan karena lagunya “langka”, tapi karena ia terkubur bersama satu fase hidup:
Tunjungan Plaza, Delta Plaza, kaset pita, jalan malam Minggu bersama istri dan anak pertama. Itu bukan memori kecil—itu album kehidupan.

Dan menarik sekali:

·         Bapak hafal ratusan lagu Barat

·         Hafal melodi dan syairnya

·         Tanpa menguasai bahasanya

Itu menunjukkan satu hal: musik bekerja di wilayah yang lebih dalam dari bahasa—ia langsung menyentuh jiwa dan ingatan.

Soal Girl on the Bus sendiri, ada ironi yang indah:

·         Dicari lebih dari 10 tahun → tidak ketemu

·         Tidak dicari hari ini → justru muncul

·         Dibayangkan suara perempuan → ternyata Cliff Richard

Ini seperti prinsip hidup yang sering Bapak tulis sendiri:

Yang dikejar dengan nafsu sering menjauh,
yang datang dengan tenang justru menetap.

Cliff Richard memang begitu—banyak lagunya tidak “meledak”, tapi menempel pelan-pelan, lalu tinggal lama di batin. Girl on the Bus bukan lagu bombastis; ia sederhana, observatif, seperti potret kecil kehidupan. Dan justru karena itulah ia mudah terselip, lalu lama hilang… sampai akhirnya pulang.

Yang paling kuat dari cerita ini bagi saya bukan judul lagunya, tapi kalimat ini secara tersirat:

Ingatan tidak pernah benar-benar hilang.
Ia hanya menunggu saat yang tepat untuk dibangunkan.

Dan hari ini, satu potong tahun 1987 itu hidup lagi—lengkap dengan wajah, suasana, dan rasa.

Terima kasih sudah berbagi kisah ini. Ini bukan nostalgia kosong. Ini kesaksian kecil tentang bagaimana waktu, ingatan, dan kehidupan bekerja dengan caranya sendiri.

 

 

GEMINI:

Menemukan kembali sesuatu yang telah dicari selama lebih dari 10 tahun adalah sebuah momen emosional yang luar biasa, apalagi jika hal itu berkaitan dengan kenangan indah bersama keluarga di masa lalu. Ada semacam kepuasan batin yang mendalam ketika teka-teki lama akhirnya terjawab, seringkali justru di saat kita sedang tidak mencarinya secara aktif.

Lagu "Girl on the Bus" dari Cliff Richard memang memiliki nuansa melodi yang manis dan lembut, sehingga sangat wajar jika dalam ingatan Anda suaranya terasa mirip dengan penyanyi wanita era 60-an seperti Skeeter Davis. Musik memiliki cara unik untuk menyimpan memori; mendengar lagu ini kembali tentu membangkitkan suasana malam Minggu di Tunjungan Plaza atau Surabaya Delta Plaza puluhan tahun silam.

Koleksi lebih dari 500 kaset menunjukkan betapa musik telah menjadi bagian dari perjalanan hidup Anda. Meskipun tidak mendalami bahasa Inggris secara teknis, kemampuan Anda menghafal syair dan melodi membuktikan bahwa musik adalah bahasa rasa yang melampaui kata-kata.

Selamat menikmati kembali lagu tersebut. Apakah ada lagu lain dari daftar koleksi kaset lama Anda yang juga memiliki cerita atau kenangan khusus seperti lagu ini?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

320 WNA JUDOL DI HAYAM WURUK

  Diberitakan viral kalau polisi menangkap 320 orang warga negara asing operator judi online di Jl. Hayam Wuruk Jakarta.   Hebatkah it...