Senin, 03 November 2025

KEBANGKITAN ORANG MADURA

 

Carok adalah perkelahian yang menggunakan senjata celurit. Sekalipun celurit biasanya digunakan untuk memangkas rumput, tapi di Madura dijadikan senjata ketika mereka berkelahi. Dan carok sekaligus memberitahukan tentang temperamen keras orang-orang Madura, yang tersinggung sedikit sudah angkat senjata.

 

Mengenal Celurit Madura, dari Alat Pertanian Menjadi Simbol Perlawanan -  Espos.id 

 

Tapi itu dulu! Ketika saya masih muda sering mendengar peristiwa carok, baik yang terjadi di pulau Maduranya maupun yang di daratannya. Orang Madura menyebut wilayah aslinya sebagai pulau, sedangkan untuk mereka yang merantau disebut Madura daratan.

 

Budaya positif Madura yang dikenal luas adalah Karapan Sapi, yaitu adu cepat sepasang sapi. Di mana acara tersebut biasanya digunakan untuk kemeriahan hari Kemerdekaan 17 Agustusan.

 

Mengenal Karapan Sapi, Tradisi Khas Masyarakat Madura 

 

Dulu sebelum munculnya salak Pondo yang diorbitkan oleh presiden Soeharto, Madura dikenal dengan salaknya. Kalau hari Minggu saya sering sewa perahu dari pantai Kenjeran Surabaya menyeberang ke Madura dan membeli salaknya untuk dibuat manisan.

 

Soto daging Madura adalah masakan kesukaan saya dan orang-orang Surabaya. Bumbunya benar-benar khas dibandingkan dengan soto daging khas Surabaya sendiri, yang mirip tapi tidak sama. Sayang di kota-kota selain Surabaya langka sekali dan kalaupun ada harga perporsinya mahal(bagi saku saya), di atas Rp. 35.000,-

 

Resep Soto Daging Madura, Kuahnya Segar dengan Isian Daging dan Jeroan 

 

Itu kalau di Surabaya. Kalau di Malang lain lagi ceritanya. Di Malang, biasanya di hotel-hotel, orang-orang dari berbagai kota pasti yang dicari pertama pagi-pagi adalah “nasi Bhok” atau “nasi Madura”. Sayapun kalau ke Malang setiap pagi yang saya cari adalah nasi tersebut sekalipun saya sebenarnya tidak biasa sarapan pagi. Sebab kalau siang sudah habis dan nggak biasa nasi Madura buka siang atau malam hari. Satu saja komentar saya tentang masakan Madura: “U E N A K”.

 

Buk Madura Buk Jawa, Kalau Nasi Campurnya Pilih Mana? 

 

Kalau soal sate ayam-kambing, soto ayam Madura pasti orang seluruh Indonesia tahu itu. Sebab masakan itulah yang menyebar ke mana-mana. Kalau ini saya pikir biasa-biasa aja. Soto Lamongan yang di kota Lamongannya lebih mantap. Baik aroma maupun rasanya, soto Lamongan yang di kotanya, mantap!

 

Apakah anda tahu semut? Apakah di kota anda ada semut merah atau semut hitam? Seperti keberadaan semut yang ada di mana-mana, begitulah orang Madura itu merantau ke mana-mana. Yang di dalam negeri banyak, yang menjadi TKI juga banyak. Yah. Di mana-mana pasti ada orang Maduranya. Entah jual sate, entah jual soto, entah jual buah, entah jual rokok, entah mencari barang bekas, entah menjadi juru parkir atau keamanan.

 

Yang saya tahu, di Surabaya dan di Bekasi, orang-orang Madura yang menjadi pedagang barang bekas itu kaya-kaya. Rumahnya bak istana dan dipastikan sudah bergelar haji. Mereka ini dikenal bermental dagang yang ulet dan rajin menabung. Apa saja yang bisa mereka kerjakan, mereka kerjakan tanpa gengsi. Biar haji, biar kaya tapi tidak merasa gengsi jual-beli barang rosokan.

 

Di Surabaya beredar cerita tentang “imannya” orang Madura. Jika mereka menginginkan suatu rumah, mereka hidup menggelandang dan tidur di emperan rumah itu yang akhirnya mereka beli. Di jalan Gombong banyak rumah-rumah milik orang China yang jatuh ke tangan mereka, yang akhirnya sekarang menjadi perkampungan orang-orang Madura.

 

Dan di kalangan bos-bos China, orang-orang Madura dikenal jujur dan setia. Itu sebabnya banyak orang Madura yang dijadikan penjaga rumah atau gudang. Mereka siap mempertaruhkan nyawa atas kepercayaan yang mereka terima.

 

Ketika pertokoan modern seperti Alfamart dan Indomart berkembang, banyak toko-toko yang tadinya jaya menjadi berguguran satu-persatu. Termasuk toko-toko milik orang China banyak yang bangkrut. Tapi di saat toko-toko China bangkrut, toko-toko Sembako Madura bermunculan di mana-mana. Dan itu sempat menjadi kekuatiran atau ketakutan toko-toko modern itu.

 

Sekalipun untuk tokoh akademik dan politiknya yang dikenal hanya seorang saja, yaitu Profesor Mahfud MD. Seorang yang dikenal berdedikasi tinggi, bersih dan tegas terhadap kejahatan.

 

Jual Beli Warung Madura | Facebook 

 

Nah, apa pendapat anda tentang orang Madura? Apa yang ingin anda teladani?

 

 

CHATGEMINI:

 

Tulisan yang Anda bagikan mengenai "KEBANGKITAN ORANG MADURA" adalah sebuah esai yang kaya akan observasi personal dan pujian terhadap etos kerja dan budaya masyarakat Madura, terutama yang merantau.

 

Berikut adalah pendapat saya mengenai tulisan ini:

 

1. Kekuatan Tulisan (Pendekatan dan Gaya)

 

Pribadi dan Afektif: Penulis menggunakan pengalaman pribadi (menyewa perahu ke Madura , menyukai Soto daging Madura , mencari Nasi Bhok di Malang ) untuk membangun kedekatan dan keaslian. Pendapat jujur seperti “Soto daging Madura adalah masakan kesukaan saya” dan “U E N A K”  membuat narasi terasa hangat.

 

 

 

 

 

Perbandingan yang Jelas: Penulis membandingkan Soto daging Madura dengan Soto daging khas Surabaya , dan membandingkan penyebaran Soto Ayam Madura/Sate dengan Soto Lamongan yang di kotanya lebih mantap. Ini menunjukkan bahwa penulis memiliki pengetahuan lokal tentang kuliner.

 

 

 

Menggunakan Metafora yang Efektif: Metafora orang Madura yang merantau diibaratkan semut yang ada di mana-mana  adalah cara yang cerdas untuk menggambarkan daya sebar dan keuletan mereka.

 

2. Logika dan Substansi Argumen

Tulisan ini secara logis membangun argumen tentang kebangkitan atau kekuatan orang Madura melalui tiga pilar utama:

 

Pilar    Observasi Penulis   Etos yang Disorot

Budaya Lama          

Carok yang menunjukkan temperamen keras [cite: 1, 2], namun dikoreksi dengan keterangan "Tapi itu dulu!"[cite: 2].

 

Kejujuran, Keberanian, dan Kesetiaan[cite: 29, 30].

 

Ekonomi & Kerja Keras      

Merantau ke mana-mana[cite: 20, 21, 22]. Pedagang barang bekas yang menjadi kaya-raya, bergelar haji, rumahnya bak istana[cite: 23, 24].

 

Mental dagang yang ulet, rajin menabung, dan tidak gengsi mengerjakan apa saja[cite: 24, 25, 26].

 

Daya Saing Modern           

Toko-toko Sembako Madura bermunculan di saat toko-toko China bangkrut, bahkan sempat menjadi kekhawatiran toko modern[cite: 32, 33].

 

Daya tahan, adaptasi, dan kemampuan bersaing di sektor ritel tradisional.

3. Kritik yang Tersirat

Penulis menyentuh masalah bahwa selain Profesor Mahfud MD, tokoh akademik dan politik Madura yang dikenal hanya seorang saja. Ini menyiratkan bahwa kekuatan orang Madura saat ini lebih dominan di sektor ekonomi dan dagang daripada di bidang politik dan akademik.

 

Kesimpulan

Ini adalah tulisan yang positif, apresiatif, dan menggugah. Ia berhasil merangkum berbagai aspek kehidupan orang Madura—dari kuliner, budaya lama (Carok , Karapan Sapi ), hingga etos dagang modern—untuk menunjukkan kebangkitan mereka.

 

 

Pertanyaan penutup Anda: "Apa yang ingin anda teladani?" adalah undangan yang tepat kepada pembaca untuk mengambil pelajaran dari keuletan dan mental dagang orang Madura.

 

Sebagai Gemini, saya akan meneladani mental dagang yang ulet, rajin menabung, dan tidak gengsi mengerjakan apa saja yang Anda soroti dalam tulisan tersebut.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

320 WNA JUDOL DI HAYAM WURUK

  Diberitakan viral kalau polisi menangkap 320 orang warga negara asing operator judi online di Jl. Hayam Wuruk Jakarta.   Hebatkah it...