Senin, 03 November 2025

KERJA ITU HUKUMAN

 

Selama kita masih belum kembali ke Taman Eden, yaitu kota Yerusalem Baru, maka bekerja itu masih merupakan kutuk akibat dosa Adam dan Hawa;

 

Kejadian 3:17           Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:

3:18    semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;

3:19    dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."

 

Dan Firman itu hingga saat ini masih belum dicabut, artinya masih berlaku. Termasuk terhadap Aguan yang duduk ongkang-ongkang kaki di kantornya, bekerja adalah kutuk. Selama dia berkantor dan berusaha mencari uang, maka dia sedang menikmati kutuk itu. Jadi, tidak melulu kuli bangunan saja yang disebut bekerja.

 

Adapun kutuk sudah pasti merupakan hukuman. Artinya, setiap orang yang bekerja adalah orang yang sedang menjalani atau menikmati hukuman. – Catatan: ini bukan soal dosa. Kutukan kerja bukan soal dosa, tapi soal sifatnya adalah kutukan. Karena itu bekerja bukanlah dosa, selama kerjanya baik dan benar. Kalau kerjanya mencuri, ya urusannya lain.

 

Yang hendak saya katakan adalah karena bekerja itu merupakan hukuman, maka jangan mengharapkan keenakan atau kesenangan dari bekerja. Enak nggak enak, senang nggak senang, suka nggak suka, kerjakanlah dengan sukacita sebagai suatu kewajiban kita terhadap keluarga.

 

Jika tersedianya pekerjaan kuli bangunan, ya masuki saja itu. Jika tersedianya menjadi karyawan toko, ya masuki saja itu. Jika tersedianya tukang sampah, ya masuki saja itu. Kecuali anda punya modal, bolehlah anda merealisasikan cita-cita anda. Jangan sampai nggak punya uang bercita-cita membangun hotel berbintang lima. Tapi sesuaikanlah keinginan dengan kemampuan agar bisa terealisasikan dengan baik.

 

Kalau nggak punya sesuatu yang bernilai ekonomis, ya masuki saja pintu mana yang terbuka bagi anda. Kecuali ada 2 pintu yang bisa dipilih, misalnya antara manager dengan tukang sapu, ya pilihlah yang manager supaya anda tidak dianggap bodoh. Tapi kalau pilihannya antara mati kelaparan dengan tukang sapu, ya tukang sapu masih jauh lebih baik daripada tidur di makam.

 

Imanilah pintu itu sebagai takdir atau jalan nasib anda, yang jika anda bekerja baik-baik tidak menutup kemungkinan suatu hari anda akan bertemu dengan jalan hidup yang lebih baik. Di sini banyak kisah nyata dari orang-orang yang sekarang ini disebut sukses. Sebab perjalanan Surabaya – Jakarta tidak semuanya perkotaan, tapi harus pula melewati hutan dan jalan banjir.

 

Bekerja wiraswasta atau berdagangpun janganlah pilih-pilih menurut selera atau keinginan kita. Sebab posisi pembeli adalah raja. Karena itu kita harus berdagang menyesuaikan diri dengan pasarnya. Jika sedang trend-nya kue donat, ya jangan jualan rambutan. Jika peluang yang tersedia menjadi pedagang ikan asin, ya jangan bercita-cita menjadi pedagang emas.

 

Maaf, ya, memang kesenangan itu miliknya raja dan miliknya orang kaya. Kita harus realistis di sini. Nggak usah iri tapi kejarlah supaya andapun bisa seperti mereka. Jadi, sekali lagi, karena bekerja itu merupakan hukuman maka nikmatilah sebagaimana orang hukuman yang tidak bisa mencari kesenangan.

 

Kerjakan apa saja yang bisa!(asalkan tidak melanggar hukum). Jangan malu dengan macamnya pekerjaan, tapi malulah dengan status pengangguran. Jadikan status pengangguran sebagai momok yang menakutkan. Jangan gengsi yang dijadikan hantunya.

 

Dalam bekerja promosikanlah kemampuan dan kebaikan anda, supaya dikenal orang kemampuan dan kebaikan anda, supaya itu bisa menjadi jalan kebaikan bagi masa depan anda.

 

TENTANG PERSAINGAN:

 

Yah! Sekarang ini di segala bidang banyak sekali persaingannya. Yang semula KFC merajai pasar di sini, sekarang di mana-mana orang berjualan chicken-chicken! Jangan takut menghadapi persaingan karena tidak semua orang yang anda anggap saingan itu orang-orang yang hebat. Sebab yang kebanyakan adalah orang-orang sekedar investasi saja tanpa mempunyai skill. Karena itu mereka sangat bisa dikalahkan.

 

Juara pertama memang orang-orang yang berbakat. Ini memang tidak bisa dikalahkan oleh orang-orang yang tidak berbakat. Tapi orang-orang yang tidak berbakat jika mau belajar akan menduduki juara keduanya. Juara 2 ‘kan lumayan pialanya?!

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

320 WNA JUDOL DI HAYAM WURUK

  Diberitakan viral kalau polisi menangkap 320 orang warga negara asing operator judi online di Jl. Hayam Wuruk Jakarta.   Hebatkah it...