Roti odading biasa disebut juga roti goreng atau roti bantal.

Dalam pengamatan saya ada 3 versi;
- Versi Pekalongan: ukuran kecil dijual harga Rp. 1000,-
- Versi orang China: ukuran besar harga Rp. 2.000,-
- Versi tambahan wijen
Kalau versi Pekalongan rasa fernipannya terasa sekali sehingga menimbulkan neg atau mbelenger. Begitu juga jika yang ditambahi wijen, kayaknya kurang pas untuk odading.
Tapi menurut pengamatan saya semua versi laris manis sekali. Rata-rata orang menjual 300 biji cuma butuh waktu 4 jam saja sudah habis. Berangkat jam 5 pagi, jam 9 sudah ludes. Kecuali yang versi wijen agak lama.
Dan menurut saya jumlah penjualnya masih cukup langka untuk yang model gerobak yang berlokasi tetap. Yang kebanyakan dijual model pikulan. Karena itu peluangnya sangat menarik sekali untuk dicoba.
Saya sarankan yang versi orang China yang biasanya tidak menggunakan mentega (pelembut) juga tidak menggunakan fernipan untuk pengembangnya. Sebab kedua bahan itu membuat rasa neg atau mbelenger. Karena itu cobalah menggunakan tape singkong sebagai bahan pengembangnya. Lalu bagian atasnya ditaburi gula. Nah, gula yang digoreng itulah yang menimbulkan rasa khas roti odading.
Biasanya digandeng dengan cakue. Tapi nggak usah cakue nggak masalah. Lebih baik fokus satu jenis saja. Atau mending digandengkan dengan roti Moho;

Kalau ke Surabaya cobalah datang ke stadion Tambaksari antara jam 6-9 pagi. Di depan stadion ada penjual odading dan kue moho yang ukurannya besar sekali, harga Rp. 3.500,-. Sayangnya rasanya kurang manis.
Kalau di Jakarta cobalah ke pasar Pulogadung, sebelah Jl. Palad atau di sepanjang Jl. Bekasi Timur, antara jam 6-8 pagi.
Kalau di Semarang di Jl. MT. Haryono dekat perempatan pasar Peterongan. Bukanya sore hingga malam. Tapi berwijen.
Kalau selera saya yang di Pulogadung – Jakarta.
Jadi, saran saya hindari penggunaan bahan-bahan modern seperti mentega, fernipan dan wijen. Enak yang original saja.
CARA MENJUAL:
- Bisa didagang sendiri dengan gerobak dorong di lokasi yang tetap.
Ini modal besarnya hanya gerobaknya saja, sekitar Rp 5 jutaan.
- Kalau modal besar bisa bikin 5 atau 10 gerobak dorong kecil yang dikelilingkan tenaga kerja.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar